Memperjuangkan Keadilan

BAB I

MEMPERJUANGKAN KEADILAN

  1. Pengertian

Adil berarti memberikan kepada setiap orang apa pun yang menjadi haknya, baik itu hak asasi (hak hidup, hak untuk bekerja, hak milik, hak mengeluarkan pendapat maupun hak yang didasarkan pada tindakan bebas manusia. Pengertian keadilan sebenarnya mengacu pada 3 hal yaitu:

  • Sebagai keadaan:

Semua pihak memperoleh apa yang menjadi hak mereka dan diperlakukan sama

  • Sebagai tuntutan:

Keadilan menuntut untuk mengambil tindakan yang diperlukan atau dengan menjauhkan diri dari tindakan yang tidak adil

  • Sebagai keutamaan:

Sikap, tekad dan niat untuk melakukan apa pun yang adil.

  1. Distingsi Keadilan

Ada tiga macam keadilan:

  • Keadilan komutatif: menuntut kesamaan dalam pertukaran. Misalnya mengembalikan pinjaman atau melakukan jual beli dalam batas-batas kepantasan/tidak ada pihak yang dirugikan.
  • Keadilan distributif menuntut kesamaan dan pengorbanan dalam membagikan apa yang menguntungkan. Misalnya kekayaan alam dinikmati secara bersama-sama
  • Keadilan legal menuntut kesamaan hak dan kewajiban dalam terhadap negara sesuai dengan aturan dan undang-undang yang berlaku.
  • Keadilan individual yang perwujudannya tergantung pada pribadi masing-masing. Misalnya upah bagi karyawan atau buruh tergantung kemurahan hati sang majikan
  • Keadilan sosial yang perwujudannya tergantung pada struktur dan proses politik, ekonomi, sosial dan budaya. Misalnya  kesejahteraan seorang buruh tidak hanya tergantung pada rasa keadilan majikan tetapi situasi sosial/ekonomi/politik
  1. Landasan Memperjuangkan Keadilan

a)      Negara

Dalam pembukaan UUD 1945 ditegaskan tentang keadilan sosial yang merupakan tugas utama bangsa Indonesia. Keadilan ini kemudian dijabarkan dalam pasal 33 dan 34 yang menegaskan tentang semangat kekeluargaan dan kepedulian terhadap sesama yang tak berdaya.

b)      Gereja

Perjuangan gereja dalam menegakan keadilan bersumber pada perintah Allah yang ke-7 tentang “jangan mencuri” (keluaran 20: 15 dan Ulangan 5: 19). Selain itu, gereja juga secara kontinue menyerukan masalah keadilan misalnya lewat seruan para paus seperti:

  • Ensiklik Rerum Novarum oleh Paus Leo XIII dan Quadragesimo Anno oleh Paus Pius XI yang berbicara tentang keadilan terhadap para buruh.
  • Ensiklik Pacem in terris oleh Paus Yohanes XXIII yang berbicara tentang perdamaian antara bangsa-bangsa dalam kebenaran, keadilan dan kemerdekaan.
  • Ensiklik Populorum Progressio oleh Paus Paulus V yang berbicara tentang kesenjangan antara negara-negara kaya dan negara-negara miskin di dunia.
  1. Pola Pendekatan Menegakan Keadilan

Dalam menghadapi suatu tindak ketidakadilan maka pola yang tepat adalah pola kooperatif yaitu bersama-sam memperjuangkan keadilan. Langkah-langkah yang perlu diambil antara lain:

  • Tahu Persoalan: mempelajari dengan baik berbagai persoalan seputar hak-hak dasar manusia sehingga dapat menentukan mana yang dilindungi dan yang ditegasi.
  • Berdayakan: memberdayakan mereka yang menjadi korban ketidakadilan dengan demikian mereka pun sadar akan situasi yang dialami untuk selanjutnya bersama-sama berjuang.
  • Bertindak Tepat: memberi kesaksian hidup melalui keterlibatan langsung untuk mencapai keadilan dengan memulai dari dalam diri.
  • Jalan cinta kasih artinya usaha-usaha tersebut hendaknya selalu dilandasi cinta kasih tanpa unsur kekerasan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s